A@npanrita7

Consultan Engineering

Ideology

Bahwa ideology itu penting, kita semua paham. Tapi, bagaimana menjelaskan apa ideology itu? Kata “ideology” bnyak disebut dalam momen politik. Bahwa ada anggapan bahwa tidak mungkin suatu aktivitas politis tidak didasari oleh ideology tertentu. Ketika orang mengatakan tindakanku a- ideologys, maka tetap saja dianggap tengah menjalankan agenda ideology tertentu. Mungkin ideology sifatnya pragmatisme. Tapi marilah kita telusuri etimologi daripada ideology itu.

John B Thompson dalam “International Grandbook of the Studies in the Theory of Ideology” (2007), mencatat bahwa istilah ideology, merupakan derivasi dari ideologues, yang muncul pasca Revolusi Perancis. Berdasarkan wacana-wacana yang berkembang sekian lama di Eropa, Thompson mencatat “ideology” adalah berpikir tentang yang lain, berpikir tentang orang lain selain dirinya. Untuk me nilai suatu pandangan yang bersifat “ideologys” berarti seseorang harus bersiap mengkritisinya, karena ideology bukanlah suatu istilah yang netral. Sejak saat itu studi tentang ideology merupakan suatu hal yang controversial, aktivitas yang bermuatan konflik.

Sebagai sebuah studi, kesan wacana tentang ideology itu “Mappalippuno”. Thompson sendiri menggunakan pendekatan analisis wacana, dan mencoba untuk mengelompokkan teori-teori ideology ke dalam 3 (tiga) kelompok :

1.       Ideology sebagai system kepercayaan (dielaborasi oleh Martin Seligner).

2.       Ideology sebagai proyeksi rasional (dielaborasi oleh Alvin Gouldner).

3.       Ideologi sebagairelasi sosial (dielaborasi oleh Paul Hirst).

Mungkin 3 (tiga) teori itulah yang penting untuk kita ketahui, meskipun Thompson juga menguraikan metode-metode analisis wacana yang terkesan “Mappalippuno”.

Sebagai system kepercayaan (1) Ideologi adalah orientasi tindakan (action oriented) yang berisi kepercayaanyang diorganisir dalam suatu system yang koheren. Yaitu sekumpulan kepercayaan dan ketidakpercayaan (penolakan) yang diekspresikan kedalam kalimat-kalimat yang bernilai permohonan dan pernyataan-pernyataan eksplanatoris. Dalam konteks ini,terbagi kedalam Ideologi Fundamental dan Ideologi Operatif. Ideologi Fundamental ialah prinsip fundamental yang meyakini tujuan akhir dan pandangan besar yang akan dicapai. Ideologi Operatif ialah prinsip-prinsip yang secara actual mendasari kebijakan yang dimaksudkan sebagai pembenaran.

Sebagai proyeksi rasional (2) Ideologi membutuhkan kemunculan wacana politik yang baru, wacana yang menuntut tindakan tetapi tidak sekedar menuntut melalui penggunaan otoritas atau tradisi, atau melalui retorika emotif. Ideologi adalah system symbol, varian bahasa, dan ide yang dielaborasi yang kesemuanya itu dapat melaksanakan tugasnya memobilisasi proyek public hanya ketika diekspresikan melalui bahasa tulis, yang kritis, rasionaldan dapat dimengerti secara empiric.

Sebagai relasi social (3) Ideologi adalah system ide-ide politik yang dapat diterapkan dengan kalkulasi politik. Ideologi terkait dengan kompleksitas praktik social yang tidak menyatu dan sisten representasi yang memilih signifikansi dan konsekuensi politik.

Jadi apa Ideologi itu sebenarnya? 

Juni 15, 2008 Ditulis oleh Rudiansyah, ST | Wacana | | No Comments Yet

Harbour’s Network Structure Design

 

I.        PERHITUNGAN PLAT DERMAGA

      Beban yang diperhitungkan pada plat

      a. Berat sendiri (beban mati) plat terdiri dari :

-          Berat sendiri plat

-          Berat lapisan aus (aspal)

      b. Beban Dermaga

      c. Beban hidup terpusat (beban truck)

›       Perhitungan momen

a.       Momen akibat beban mati

b.      Momen akibat beban hidup

c.       Momen akibat beban terpusat

›       Kombinasi pembebanan

a + b  = ……?

a + c  =…….?

                  ( Pilih kombinasi pembebanan maksimum untuk penulangan plat )

›       Perhitungan penulangan plat

Cara kekuatan batas

Sketsa penulangan plat

 

II. PERHITUNGAN BALOK DERMAGA

 

      Beban yang diperhitungkan pada balok :

a.       Beban mati, terdiri dari :

-          Berat plat + lapisan aus

-          Berat sendiri balok

b.      Beban hidup dermaga

 

c.       Beban terpusat

·   Perhitungan momen

a.       Momen akibat beban mati

b.      Momen akibat beban hidup

c.       Momen akibat beban terpusat

            ·    Kombinasi pembebanan

a + b  = ……?

                  a + c  =…….?

(Pilih pembebanan maksimum untuk penulangan balok)

            ·    Perhitungan penulangan balok

                  Cara kekuatan batas

                  Sketsa penulangan

 

III. PEMILIHAN TYPE FENDER

      Besarnya energi tumbukan kapal yang diabsorbsi oleh fender dapat dihitung dengan rumus berikut :

 

      k = 0.5 untuk titik kontak kapal pada jarak ¼ L

      w = w’ + w”

      w” = ¼ p D2. L . r

 

Dimana :                  E    =       Energi tumbukan kapal   (ton.m)

                                 w   =       Berat virtuil kapal             (w’ + w”)

                                 w’ =       Displacemen tonage         (ton)

                                 w” =       Additional weight            (ton)

                                 v    =       Kecepatan labuh kapal     (m/sec)

                                 D   =       Draft kapal saat berlabuh      (m)

                                 g    =       Kecepatan gravitasi          (9,8 m/det2)

                                 L    =       Panjang kapal                   (m)

                                 r    =       Berat jenis air laut            = 1,025 t/m3

                          

Setelah besarnya energi tumbukan kapal diperoleh maka type Fender yang akan digunakan dapat dilihat pada tabel.

Hitung besarnya reaksi yang diteruskan pada balok Fender yaitu dengan melihat grafik sesuai dengan type Fender yang akan digunakan dengan melihat harga E (Energi tumbukan kapal yang terjadi).

 

Perhitungan Balok Fender

a)     Beban yang diperhitungkan pada balok fender yaitu reaksi yang timbul akibat tumbukan kapal pada fender.

b)    Perhitungan momen pada balok fender

c)     Penulangan balok fender

d)     Sketsa penulangan balok fender

 

IV. PEMILIHAN BOULDER

Boulder sebagai penambat kapal harus sanggup memikul gaya-gaya horisontal yang timbul akibat terseretnya kapal yang diakibatkan oleh pengaruh angin dan arus.

  1. Gaya akibat angin dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

                              R1  =  1,3 W.A

            Dimana :   R1   =    Gaya akibat angin

                              W  =    Beban angin  =  100 Kg/m2

                              A   =    Luas bidang kapal yang terkena angin (m2)

                                    =    panjang kapal x tinggi kapal yang tidak terendam air

b.      Gaya akibat arus dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

                        R2  =    ½ . r . c . v2 . B

      Dimana :   R2  =    Gaya akibat angin  (Kg)

                        r    =    Kecepatan massa jenis air laut  = 104,5 Kg S2/m4

                        v    =    Kecepatan arus                 (m/det)

                        c    =    Koefisien tekanan cairan (grafik)

                        B    =    Luas bidang kapal yang terendam air (m2)

                     Rtotal =    R1   +   R2

 

Gaya total akibat angin dan arus akan ditahan oleh dua buah boulder.

Berdasarkan besarnya gaya yang terjadi untuk satu boulder, maka type boulder yang digunakan dapat dilihat pada tabel

 

V. PERHITUNGAN POER

-          Tentukan ukuran Poer

-          Beban – beban yang diperhitungkan pada Poer

-          Perhitungan momen

-          Penulangan Poer dan sketsa penulangan

 

VI. PERENCANAAN TIANG PANCANG

  1. Perhitungan gaya-gaya / Beban Rencana

1. Gaya vertikal

-          Berat balok

-          Berat balok fender

-          Berat plat lantai

-          Berat poer

-          Berat crane-crane

-          Beban hidup

Penentuan Daya Dukung Tanah

 

 Dimana :      Ns        =    Nilai konis

                     Ap        =    Luas penampang tiang

                     JHP     =    Jumlah hambatan pelekat

                     As        =    Keliling tiang

           

 

            2. Perhitungan Gaya Horisontal Tiang Miring

                  2.1. Akibat Reaksi Fender

                  2.2. Akibat tarikan Kapal pada Boulder

                  2.3. Gaya akibat angin dan arus

                  2.4. Akibat Rotasi (momen torsi) terhadap pusat berat dermaga

 

                            Dimana :      Hi  =    Gaya horisontal pada tiang

                                                H   =    Gaya horisontal akibat reaksi fender

                                                n    =    Jumlah pasang tiang miring

                                                xi     =    Jarak tiang yang ditinjau terhadap pusat berat konstruksi

                                                Sxi2      =Jumlah jarak tiang kuadrat terhadap pusat berat konstruksi

                  2.5. Akibat beban Gempa

                                 F  = k . w

                                 Dimana :      F       =    Gaya horisontal akibat gempa

                                                      K      =    koefisien gempa

                                 w                  =       Beban sendiri konstruksi dan beban hidup

B.      Perhitungan Penulangan

           

                                                                                    ……(Untuk tiang miring)

           

            Dimana :      g    =    Berat tiang

                                 L    =    Panjang tiang

 

                                                                                    ……(Untuk tiang yang dipakai di tengah)

 

 

      Pilih momen yang paling maksimum   (M design)

      Mult     =  1,5  M  design

 

       Dimana :      ho        =    ht – d

                           A         =    Luas tulangan

                           g          =    Rasio tulangan

                           s’bk    =    Mutu beton yang digunakan

                           s’au     =    Mutu baja yang digunakan

 

           

 

Juni 12, 2008 Ditulis oleh Rudiansyah, ST | Analisis, Riset | | & Komentar

Nasihat Imam Ghozali

 

Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu sang Imam bertanya………

1. “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Orang tua, guru, kawan dan sahabatnya”. Imam Ghozali menjelaskan, “Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI”.Sebab itu memang janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Ali Imran 185).

2. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Negeri China, bulan, matahari dan bintang-gemintang”. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah “MASA LALU”. Walau dengan cara apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

3. “Apa yang paling besar di dunia ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Gunung, bumi, matahari”. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban itu benar. Tapi yang paling benar adalah “NAFSU” (Al A’raf 179). Maka kita harus berhat-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa kita ke neraka.

4. “Apa yang paling berat di dunia ini ?”.
Murid-muridnya menjawab: “Besi, gajah”. Semua jawaban itu benar. Tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH” (Al Ahzab:72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah tsb, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena tidak dapat memegang amanahnya.

5. “Apa yang paling ringan di dunia ?”.
Ada yang menjawab: “Kapas, angin, debu dan dedaunan”. Semua itu benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermusyawarah kita meninggalkan sholat.

6. “Apakah yang paling tajam di dunia ?”.
Murid-muridnya menjawab serentak: “Pedang !”. Imam Ghozali membenarkan, tapi yang paling tajam adalah “Lidah Manusia”.Karena melalui lidahnya, manusia selalu melukai dan menyakiti hati saudaranya sendiri

 

(Disadur dari Buku Imam Al-Ghozali)

Juni 12, 2008 Ditulis oleh Rudiansyah, ST | Umum | | No Comments Yet